Posted by: aripmuttaqien | December 24, 2008

Mengejar Beasiswa (2) : Italy


Tulisan ini adalah sambungan dari tulisan sebelumnya. Sebenarnya saat tanganku mulai menyentuh keyboard, mataku sudah ngantuk banget. Tak tahan ingin tidur. Tapi baiklah, nanggung deh. Apalagi kawan-kawan yang ingin membaca tulisanku. Baiklah…ga apa2 deh.

Setelah urusan beasiswa diawal tahun selesai, aku kembali disibukkan dengan rutinitas kerja kantoran. Bangun pagi saat adzan subuh berkumandang, shalat subuh, olahraga sebentar, buka-buka laptop, mandi pagi, seterika (ini yang bikin males…), merapikan diri, berangkat kerja (naik sepeda motor atau kadang naik KRL), sampai di kantor, makan pagi, baca koran di perpustakaan, kerja sambil menunggu istirahat siang, makan siang, shalat dzuhur, kerja lagi sambil menunggu rehat, bolak-balik keluar ruangan kalau capek, masuk kamar mandi jika ingin refreshing, keluar masuk perpustakaan mencari sumber literatur, shalat asar, kerja sambil menunggu waktu pulang, shalat magrib, kerja lagi (lho kok belum pulang? hahaha…mimpi dari langit? mimpi kalau bisa pulang cepet), shalat isya, menunggu waktu pulang, perjalanan pulang, kosan, istirahat. Besoknya kembali ke rutinitas yang sama. Huah….ngantuk… Sudah tak terhitung aku tertidur dalam perjalanan pulang. Rutinitas yang membuat capek.

Diantara rutinitas kerja aku masih sempet2 cari informasi beasiswa. Aku masih aktif membaca milis, blog dan berbagai situs universitas. Eh…ga sengaja menemukan info tentang beasiswa pemerintah Italia. Berhubung deadline awal Mei dan saat itu pertengahan april, aku segera mencari seluruh informasi yang dibutuhkan. Sumber informasi yang aku ubek-ubek nih, Italian Institute of Culture, study in italy, program berbahasa inggris dan situs universitas. Duh…setelah baca-baca berbagai sumber (bikin pusing juga), aku menemukan beberapa program studi yang menarik. Dengan modal PD aku kirim pertanyaan ke contact list. Aku cari2 info tentang professor, lalu nanya langsung. Ini aku lakukan karena dengan jalur professor kadangkala lebih cepet daripada melalui jalur administrasi. Maklum, saat itu sudah mepet deadline dan aku harus udah dapat universitas.Profil para professor aku dapatkan dari situs universitas. Biasanya ada kok, di bagian ‘faculty’ atau ‘academic staff’. Setidaknya kita bisa membaca apa saja bidang mereka, riset apa yang disukai dan apa saja tulisan yang sudah dipublikasikan.

Tak ayal, belasan email aku kirimkan. Rata-rata mereka merespon, walau ada respon positif dan negatif. Contoh beberapa respon yang kurang bagus :

Dear Arip
I’m involved in many projects and at the moment it is very difficult to add more of them. However if your intention is to come and attend a Master in development studies I advice you to write to our secretary xxxxxx (who is in cc copy) and apply. Once you are here you may find many research opportunities.
Let me know
xxxxxx
Universita di Roma Tor Vergata

Ada lagi nih,

Dear Mr. Muttaqien,
unfortunately, I am very busy. I am currently supervising other theses. I don’t have time to follow reserach activities of other students, also for the future.
I hope you can understand my motivations.
Best regards and good luck for the future.
xxxxxxx

Sebenarnya masih ada contoh yang lain. Tapi sementara ini saja dulu untuk contoh.

Ada satu professor yang merespon bagus saat itu.

24 avril 2008 23:07
Dear Dr. Muttaqien,
your curriculum vitae is outstanding.
Since I am currently more involve for research in the field of Mathematical finance than in Financial Econometrics, I suggest that you contact a collegue of mine, Prof. xxxxxxxxxx, operating in the field of Financial econometrics.
Here in Venice, at the faculty of Economics of the University Ca’ Foscari of Venice, we have a very good team working in the econometrics of financial markets, and xxxxxxxx is one of them.
I have spoken about you to xxxxxxxxx, and she is willing to consider your research proposal. Her email address is xxxxxxxx@unive.it.
Let me now if you need something else.
Yours Sincerely,
yyyyyyyyy

Lumayan juga, setelah coba-coba kirim email, ternyata ada yang memberi rekomendasi bagus. Akhirnya dengan PD aku kirim email ke professor yang bersangkutan. Tak ada sehari, yang bersangkutan sudah membalas :

27 avril 2008 20:03
Dear Arip Muttaqien,
thank you for your message and interest in our University and Master Programme.
You are certainly a good candidate and your research proprosal fits well in my and my colleague research interests.We are also working on financial crises, hedge funds and contagion.
The International Master in Economics and Finance is a one year programme, but if your Scholarship is for two years we will be happy to host you for one year more and to supervise your research.
Could you please give me some more details on your Scholarship application and your needs?
Best regards,
xxxxxxxxxx


xxxxxxxxxx
Dipartimento di Scienze Economiche
Università di Venezia

Saat itu sebenarnya aku hanya butuh surat referensi. Ternyata malah dikasih surat reference dan surat penerimaan.

30 avril 2008 04:52
Dear Arip Muttaqien,
please find here attached a possible letter and a draft of your acceptance to our master programme.
Please let me know if they are fine with you and I will send you the signed version.

xxxxxxxxxxx
Dipartimento di Scienze Economiche

Alhamdulillah, aku diberi kemudahan. Hanya butuh beberapa hari untuk mendapatkan surat referensi dan acceptance letter. Temans, apa masih penasaran dengan surat referensi itu seperti apa? Trus bagaimana surat penerimaan? Sebenarnya aku juga udah ngantuk nih (^_^), tapi ya sudah lah, ga apa-apa. Aku masih seneng nulis.

Ini dia surat referensi dari professor. Surat ini aku berikan pada komite beasiswa Italia di IIC.

TO WHOM IT MAY CONCERN

Venice April 29, 2008

Object: Reference for

Mr. Arip Muttaqien
Kos Pondok Biru, B-3,
Jl. H. Amat No 43, RT 4, RW 3, Kukusan, Beji, Depok
West Java, Indonesia, Post Code : 16425

Dear Sirs,

I saw Mr. Arip Muttaqien Curriculum Vitae and Research program and I am
convinced that he has a high potential to perform very well in our Master’s
Programme in Economics and Finance and to achieve good results in his research.

I will be happy to supervise his studies in Italy and to follow him in English for his
research activity.

Thank you for your attention and best regards,

xxxxxxxxx
(Professor of Econometrics)

Lalu bagaimana surat penerimaan yang aku dapatkan? Berbekal surat penerimaan, aku apply beasiswa. Ini dia surat penerimaan :

Venice, April 29 2008

Admission to the International Master in Economics and Finance 2008_2009

Dear Mr. Arip Muttaqien,

We are very pleased to inform you that you have been accepted to attend the International
Master in Economics and Finance to be held on the Department of Economics, University
Ca’ Foscari Venice, from September 22, 2008 to July 2009.

The enrolment and tuition fee is € 4.500,00. The fee must be paid in two instalments:
– € 1.000 when the selected student accepts to attend the master (not refundable)
A photocopy of the bank draft receipt is to be sent by fax (attention of Vania Levorato:
+39 041 234 9176) to the Department of Economics by the date June 28, 2008.
– € 3.500 within 4 weeks of the beginning of the course.
A photocopy of the bank draft receipt is to be sent by fax (attention of Vania Levorato:
+39 041 234 9176) to the Department of Economics by the date August 22, 2008.
This amounts must be paid to:
Dipartimento di Scienze Economiche (specifying IMEF 2008_2009), Banco Popolare di
Verona e Novara, Santa Croce, 515/A, 30123 – Venezia.
IBAN: IT11K0518802002000000014105, BIC (SWIFT): VRBPIT2V135

If you are not an EU citizen you must apply for a study visa to the Italian authorities
(Consulate or Embassy) in your country of origin before arriving in Venice. Department
of Economics will not accept any person without a regular visa valid for the entire
period of study. Please visit our web page to have more information about how to apply
for a study visa:
http://venus.unive.it/imef/general/1_12_nonEU.htm

Should you have any queries please do not hesitate to contact Vania Levorato at
imef@unive.it or at Dpt. of Economics phone number: +39 041 234 9174, fax: +39 041
234 9176.

Sincerely,

yyyyyyyyyy
(Vice-Director of IMEF)

Well, itu hasil perjuangan selama seminggu. Hasilnya dua lembar surat berharga. Kedua surat itu aku kirimkan bersama dengan seluruh syarat ke IIC, antara lain form beasiswa, surat referensi dari dosen (selain yang dari professor di Italy), proposed program study (berisi tentang penjelasan program study yang akan diambil) dan CV. Ohya, form beasiswa ditulis dalam dua bahasa, yaitu Indonesia dan Italiano.

Lalu bagaimana dengan proses beasiswa? Sekitar akhir Mei, ketika aku sedang di Depok di hari sabtu, aku ditelepon seorang laki-laki (sayang sekali kok cowok yach). “Hallo, saya xxxx dari IIC Jakarta, benar saya bicara dengan Saudara Arip Muttaqien,” sapa dia dengan ramah. “Iya benar, saya Arip Muttaqien, ada keperluan apa?” jawabku. “Selamat, Anda lolos ke tahap interview beasiswa Pemerintah Italia. Anda dipanggil ke IIC Jakarta, hari Rabu, 4 Juni 2008,”

Wah, alhamdulillah, akhirnya dapat kesempatan juga untuk interview.

Begitu hari interview, aku memilih bolos dari kantor. Menghilang setengah hari tanpa izin. Kebetulan aku dapat jadwal interview jam 10 pagi. Kalau mantan bos di kantor baca tulisan ini, maafin gue yach… Gue tahu kalau bos sebenarnya enggak masalah untuk urusan pergi setengah hari kayak gini. Tapi ya males ngomong sama HRD di kantor. Pokoknya males aje, hehehe…

Hari interview tiba. Nunggunya lama euy. Molor dari waktu yang ditetapkan. Aku sering baca, apa ini budaya Italy? Ngaret waktu? Hahaha….

Sambil menunggu interview, aku ngobrol sama peserta lain. Dari situ aku banyak dapat informasi. Apa saja? Ada seorang lulusan ITB yang mengaku pernah daftar beasiswa ini. Dia diterima namun memilih mengundurkan diri karena nominal beasiswa tidaklah mencukupi untuk tuition fee dan living cost.

Aku masuk ke ruangan perpustakaan IIC lantai 2. Disitulah interview dilakukan. Tim panel terdiri dari 4 atau 5 orang. Aku lupas pastinya. Yang kuingat, satu orang cewek dari Italia. Sisanya orang Indonesia semua. Belakangan aku baru tahu kalau salah satu dari tim pewawancara adalah orang Deplu. Aku tahu dari temenku yang kebetulan kerja di Deplu. Dari temenku aku banyak tahu “informasi-informasi diluar” tentang beasiswa Pemerintah Italia. Tapi yang ini enggak usah diceritakan ya. Nanti bisa-bisa aku dijerat sama UU ITE, huahahaha….

Interview cuma 20 menit dari rencana 15 menit. Standar-standar saja. Pada intinya mereka nanya motivasi, universitas pilihan, profesor, jurusan yang diambil, latar belakang, pekerjaan saat ini dan rencana pekerjaan pasca lulus.

Yang aku lihat dari raut mukanya, mereka tertarik sama apa yang kuomongin. Tapi enggak tahu juga ya.

Sebulan kemudian aku dapat pengumuman kalau aku masuk waiting list beasiswa. Waiting list, artinya aku jadi cadangan. Jadi, ada main list dan waiting list. Main list berarti penerima beasiswa sudah pasti. Waiting list berarti masih harus nunggu keputusan main list. Kalau main list mundur berarti jatah beasiswa jatuh ke waiting list.

Hingga pertengahan Juni 2008, aku belum juga dapat kabar bagus. Aku masih masuk waiting list. Ya sudahlah, karena tidak ada kepastian, aku memilih mundur dari sekolah tahun 2008. Aku kirim email ke profesor di Italia bahwa aku mundur dengan alasan keterbatasan biaya. Dan berharap admission bisa di pending tahun 2009.

Jakarta, 24 Juni 2008

Dear Prof. xxxxxxxxx,

I am applying scholarship to support my academics plan in Univ Ca’Foscari Venice. I applied Italian Scholarship and I was interviewed by scholarship committee in June 2008. It is Ambasciata d’Italia scholarship. This scholarship will cover only living cost (not for tuition fee). It is about € 700 per month.
Based on the admission letter from Department of Economics, I must pay the enrollment and tuition fee (€ 1,000) by the date June 28th, 2008. I got information from scholarship committee that I am one of eligible candidate to be awarded by scholarship grant for this academic year. But, unfortunately, due to the limited number of scholarship available, my scholarship will depend on the withdrawal from one of the candidates that precede me on the aforementioned list. This decision was created because this scholarship cover only for living cost (not for tuition fee). Scholarship committer asked me that I have other sponsorship to support tuition fee in Italy. It is one of important factor to be considered by committee.
Basically, I am interested with IMEF program. But, I think that I will not fulfill funding supporting for my academic plan in IMEF. The biggest factor is time constraint. If this academic schedule will be started in September 2008, I worry that I can not get all of financial sponsorship.
Because of my consideration, I would ask IMEF committee to change my academic schedule. I think that I will fulfill my financial support for 2009 academic year. I hope that IMEF committee will consider my application. In other word, I would be happy if IMEF committee give me opportunity to join IMEF program.

Thank you for your attention.

Arip Muttaqien
University of Indonesia

Dibalas juga dari Italia :

Venice, 27 Juni 2008

Dear Arip,
I am sorry to hear that you are unable to come this year. I really hope you can come next year and join the IMEF program.
Best wishes,
xxxxx

Ini emang bukan rezeki. Kalau emang rezeki, siapa tahu dapat yang lebih baik. Akhirnya aku memutuskan untuk mundur dari program. Ya sudah lah. Optimis untuk masa depan!

Oktober, beberapa hari setelah libur lebaran. Di sebuah meeting di kantor.

“Hallo, benar saya bicara dengan Arip Muttaqien,” tanya suara dari seberang.

“Iya, benar, saya sendiri Arip Muttaqien. Ada apa?” aku bertanya balik.

“Hm…jadi begini. Saya xxx dari IIC Jakarta. Sebelumnya kami benar-benar minta maaf. Kami ingin mengabarkan bahwa Anda mendapatkan beasiswa Pemerintah Italia untuk tahun ajaran 2009/2010,” jawab dia.

Geblek aja nih orang. Kenapa baru ngomong sekarang. Lha wong aku sudah mundur dari program. Program sudah mulai. Sama saja bohong.

Konyol. Tetap saja enggak berangkat.

Tapi ya sudahlah. Aku yakin pasti dapat yang lebih baik.

Untuk kelanjutannya, to be continued…. Ngantuk…aku tidur dulu…bye…

Advertisements

Responses

  1. wah.. sy juga tertarik dengan om arip lakukan ni,,,(S1 saja belum kelar udah mikir2 yng jauh,hahaha……….)

    jadi ceritanya om arip langsung berhubungan dngan sang profesor ya??
    trus, proposal research udah kita siapin jauh2 hari donk(dan dikirimin ke prof. nya y)??

    best regard

  2. […] : Silakan lanjut ke tulisan selanjutnya […]

  3. Iya, kirim juga ke Professor di Eropa, biar kita punya rekomendasi kuat.

  4. […] June 9, 2009 Mengejar Beasiswa (3) : BGF Prancis Posted by aripmuttaqien under Uncategorized No Comments  Ini sambungan dari tulisan sebelumnya. […]

  5. […] ingat dengan beasiswa Pemerintah Italia? Sejak saat itu, aku dapat kenalan seorang profesor di Univ Ca’Foscari, Venezia. Dan tahun 2008, […]

  6. yeah good for u mate

  7. Dear Bang Arip,
    Saya salut akan perjuangan bang arip untuk mendapatkan beasiswa internasional, dan saya sangat tertarik untuk mengikuti jejak bang arip tersebut. Bisakah saya memperoleh contoh korespondensi email yg pertama kali bang arip kirimkan kepada profesor di uni2 tsb (sekedar unt referensi). Mohon unt dikirimkan ke email saya. Trima ksih banyak bang…=)

  8. email saya: narezkidia@yahoo.com
    Trims…:)

  9. @ Nadya, silakan buka http://www.aripmuttaqien.info/2010/09/02/mari-unduh-ebook-sukses-berburu-beasiswa-ke-luar-negeri-dari-internet/

    Saya sudah tulis disitu semua

  10. mas, itu beasiswa italia katanya cuma 9 bulan atau gimana? beasiswanya mencakup apa saja?

  11. @Rifki
    Aku ga dapat beasiswa Italy, tapi yg aku tahu dari orangnya, mereka cuma ngasih living cost.
    Silakan di cross check


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: