Posted by: aripmuttaqien | February 24, 2010

2004-2006, PPSDMS


Jakarta, akhir Juni 2004

Aku memutuskan menunda kepulangan ke rumah orang tua di Madiun. Padahal sudah berbulan-bulan tidak pulang. Bukan karena aku sudah tidak ingin bertemu orang tua. Bukan pula aku sudah tidak kangen dengan mereka berdua.Namun selembar pengumuman yang ditempel di pinggir kampus ternyata mempengaruhi pikiranku.

Pengumuman itu bertuliskan “PENGUMUMAN LOLOS SELEKSI PPSDMS”

Wah, nanggung juga. Padahal siang hari ini aku sudah mau pulang. Aku sudah siap-siap berkemas. Semua barang-barang sudah aku masukkan ke koper tadi malam.

Tapi, aku putuskan nggak jadi pulang hari ini. Kuputuskan untuk ikut interview sebagai seleksi akhir PPSDMS. Nanggung juga, udah masuk seleksi tahap akhir, masak ditinggal begitu saja. Dilihat dari jumlah peserta yang masuk, ada 30 orang. Yang aku tahu, jumlah yang akan diambil adalah 20 orang. Lumayan ini, 2 : 3 orang. Jadi bersaing menyingkirkan 10 orang.

Pada hari interview, aku ke kantor PPSDMS. Eh, ternyata sudah ada beberapa orang ngantri. Basa basi kenalan, ngobrol sana sini, trus aktivitas apa, dan lain-lain. Nggak nunggu lama, tibalah giliranku interview.

Interviewberes. Aku ingat nama yang wawancara Lukman, lulusan teknik UI juga. Ditanya macem2, seperti ikut ngaji atau enggak. Aku bilang nggak rutin. Hahaha…. Namanya juga anak bandel.

Akhirnya, selesai interviewaku pulang ke Madiun. Di Madiun aku nunggu pengumuman.

Tidak sampai sebulan kemudian, aku dapat SMS dari Habibi, anak Teknik 2002 kalau aku lolos PPSDMS. Alhamdulillah, dapat kos gratis. Pikirku saat itu.

Jakarta, akhir Juli 2004

Tanda tangan kontrak beasiswa. Disamping ada Irvan, anak FEUI. Karena dalam satu kontrak butuh satu orang saksi, akhirnya si Irvan jadi saksi. Dan aku jadi saksi untuk kontrak dia. Inilah yang disebut simbiosis mutualisme.

Di ruangan ini ada 20 orang peserta. Kami berdiam dalam satu rumah kontrakan, Lenteng Agung 20. Disitu kami mendengar sedikit pengarahan untuk acara esok hari di Pusat Studi Jepang (PSJ) UI, sebuah acara kelulusan angkatan sebelumnya (angkatan 1) dan pelantikan anggota baru (angkatan 2).

Toulouse, akhir Februari 2010.

Ya Allah, waktu berlalu begitu cepat. Tiba-tiba saja sudah pindah ke negara yang jauhnya ribuan mil.

Kalau ingat momen lebih dari 5 tahun silam, rasanya seperti kembali ke masa lalu. Kembali ke sebuah masa dimana kita semua masih belajar. Bahkan sebenarnya hingga saat ini kita masih belajar, dan insya Allah akan selalu belajar.

Masih ingat beberapa kejadian :

- Ramai-ramai berangkat diskusi tokoh naik metro mini.

- Ramai-ramai berangkat datang ke acara buka puasa.

- Baca qiyamul lail sambil ngantuk. Eh, si Shofwan interupsi ke Matnur biar ga jadi bid’ah.

- Dengerin kuliah subuh sambil sandar di dinding karena ngantuk lalu diomelin (hampir semua orang pernah kena).

- Ada yang disuruh push up gara-gara nggak ikut subuh ke mesjid (Awid).

- Ngerjain resume kegiatan disaat mepet.

- Nunggu duit beasiswa buat uang makan bulanan.

- Kaos kaki hilang, baju bertebaran, alat tulis berserakan dan lain-lain.

- Tetangga sebelah kebakaran dan ada yang masih santai tidur (Rizalulhak).

- Pohon duku disebelah rumah dirampok sampai habis.

- Evaluasi yang kabarnya menyeramkan.

- Ada yang mau pingsan gara-gara mikir sepeda motor hilang (Awid).

- Pangeran dipilih jadi pimpinan disaat terakhir.

- Apaah sih…(gaya Anjas)

- Ada anak yang nyembunyiin susu, teh, dan kopi.

- Si Adam sama Rizalulhak, kalau udah tidur susah bangun.

- Ada yang suka ngumpet di kamar atas.

- Ada yang suka ngetik resume bentuk poin-poin.

- Fauzan, semuanya punya deh.

- Zacky tulisan sering masuk Koran, tapi blom pernah menang lomba nulis selama di PPSDMS.

- Pertama dalam hidup, latihan taekwondo bisa datang semua.

- Si Awid disuruh jalan jongkok gara-gara telat datang latihan taekwondo.

- Pada rame-rame pulang cepet dari taekwondo karna ada acara penting.

- Jadi pengawas pemilu 2004 buat dapat pesangon tambahan.

- Dan masih banyak kejadian lain.

Kejadian-kejadian kocak ini akan coba ditulis. Biar pada ketawa kalau baca. Kalau sudah ada waktu, pingin nulis cerita-cerita unik dalam bentuk buku.


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 3,964 other followers