Setelah gagal BGF Prancis, lalu apa lagi usahaku? Bulan Agustus 2008, aku dapat informasi tentang beasiswa Ford Foundation dan Australian Development Scholarship (ADS). Ford Foundation menawarkan beasiswa buat kuliah di seluruh dunia. Sedangkan ADS di Australia.
Dari beragam informasi, ADS punya jatah 300 orang per tahun. Jatah beasiswa terbesar untuk Indonesia. Maklum, Indonesia punya posisi strategis bagi Aussie, dari letak geografis dan politik. Sangat wajar jika Aussie memberi jatah lumayan besar buat orang Indonesia.
Prioritas ADS diberikan buat aparat pemerintah yaitu dua per tiga dari jatah beasiswa. Separuh dari jatah beasiswa untuk kaum wanita. 30 persen jatah beasiswa diberikan buat orang Indonesia timur.
Aku bersaing di wilayah Jakarta dengan kategori non aparat pemerintah. Tentu saja ini persaingan yang berat. Beda cerita kalau aku daftar dari wilayah Indonesia sebagai aparat pemerintah, tentu saja lebih dapat prioritas. Tapi aku sih tetap pede daftar.
Dan seperti yang sudah-sudah, aku daftar mendekati deadline. Tepat di hari terakhir, aku datang ke kantor ADS di Rasuna Said. Saat itu masih siang hari. Sudah banyak pula yang mengantri ingin memberikan aplikasi. Tercatat ada belasan orang yang masih sibuk mengatur berkas aplikasi. Bahkan ada pula yang masih sibuk mengisi form aplikasi.
Bagaimana dengan Ford Foundation? Ford Foundation ini unik. Proses seleksi sangat panjang. Untuk proses pertama, aku cukup melengkapi form pra-pendaftaran. Cukup dua lembar format Microsoft Excel. Tapi itu vital sekali lho. Isinya juga standar-standar saja. Mulai dari nama, latar belakang personal, latar belakang pendidikan, pekerjaan dan motivasi.
Untuk form pra-pendaftaran, aku cukup kirim via email ke Ford Foundation. Di Indonesia, kantornya di Menara Imperium lantai 28, namanya The Indonesian International Education Foundation (IIEF).
Lalu bagaimana dengan hasilnya? Sayang sekali, untuk ADS dan Ford Foundation, aku gagal. Gagal lagi untuk aplikasi beasiswa. Ini untuk pertama kali aku gagal tidak masuk proses selanjutnya. Alias aku gagal di proses pertama. Maklum, ADS itu beasiswa udah terkenal. Wajar jika yang daftar banyak. Bahkan aku dapat info pendaftar berjumlah 4.000 lebih! Wow! Jelas saja ini kompetisi ketat.
Ford Foundation sama saja. Saingan sangat banyak. Apalagi proses pertama Cuma ngisi form pra-pendaftaran dua lembar tanpa perlu lampiran syarat apapun. Jelas saja yang daftar pasti banyak. Aku sendiri mendapat info bahwa untuk proses pertama ini, jumlah aplikasi yang masuk sekitar 3.500, termasuk via email dan pos.
Hingga ADS dan Ford Foundation, berarti aku sudah apply empat beasiswa. Dua beasiswa berhasil masuk interview. Dua beasiswa gagal masuk proses lanjut. Hmmm…lumayan untuk pengalaman. Setidaknya aku makin terbiasa menulis aplikasi beasiswa dan universitas.
Lalu bagaimana dengan cerita selanjutnya?
June 29, 2009 at 8:30 pm
[...] Santai aja, masih ada cerita selanjutnya. [...]
July 1, 2009 at 9:21 pm
[...] Mengejar Beasiswa (4) : Ford Foundation dan Australian Development Scholarship « open-mind Says: July 1, 2009 at 9:20 pm [...]
August 12, 2009 at 9:42 am
Saya tertarik dg ford foundation.
Boleh minta info dan formulir?