Ini sambungan dari tulisan sebelumnya.
Udah pernah dengar beasiswa pemerintah Prancis? Istilahnya Boursier du Gouvernement Français (BGF). Kalau diterjemahkan ke bahasa Indonesia berarti Beasiswa Pemerintah Prancis. Di Indonesia sendiri sudah lebih dari 28 tahun Pemerintah Prancis memberikan BGF. Berarti dari tahun 80an ya? Hitung aja sendiri,..
Prancis, sebuah negara di belahan Eropa barat. Prancis sudah dikenal dengan perkembagan ilmu pengetahuan dan teknologi. Siapa yang tidak kenal dengan Université Sorbonne, universitas tertua kedua di Eropa, setelah Univ Bologna. Siapa yang tidak kenal Airbus? Airbus adalah konsorsium pabrik pesawat terbang di Eropa. Prancis juga terkenal dengan menara Eiffel, anggur, parfum dan mode.
Sebenarnya bukan karena cuma alasan itu aku memilih Prancis. Alasan lain karena memang lagi buka lowongan BGF Prancis. Prinsip yang kupegang, asal ada kesempatan dan aku siap, ya udah, apply saja. Perkara dapat atau enggak dapat itu urusan belakangan.
Deadline BGF adalah akhir April 2008. Dan aku baru tahu sekitar awal April 2008. Syaratnya sederhana saja. Ini aku copy paste dari brosur :
- Minimum diploma : bachelor degree/S1
- Fluent in English or France
- Less than 35 years old
- Minimum GPA score of 3 (except for fundamental sciences – 3,5)
- 2 years of working experience (except for fresh graduate students)
- Submit all the documents specified in the application form
Aku merasa memenuhi semua syarat.Langsung aja aku googling. Kucari banyak artikel tentang BGF, mulai dari proses seleksi, pengalaman seleksi hingga pengalaman kuliah di Prancis. Hingga akhirnya aku berkesimpulan bahwa aku harus hubungi professor di Prancis. Anggap saja untuk rekomendasi tambahan. Siapa tahu membantu.
Belasan profesor aku kirim email. Hanya separuh yang dibalas. Hanya separuh dari yang membalas menunjukkan respon positif. Jadi, kalau dihitung, aku dapat rekomendasi dari beberapa professor. Tapi ini bukan rekomendasi seperti beasiswa Italia. Aku enggak minta acceptance letter pula.
Pokoknya banyak deh yang aku kontak, mulai dari sekolah bergengsi macam Ecole normale supérieure (ENS), Paris 1 Pantheon Sorbonne, ENPC, EHESS, Paris 8, Paris 9, Aix Marseille dan Berdeaux 4.
Pengalaman buruk lain, tidak semuanya mau menjawab dalam bahasa Inggris. Meski aku sudah susah payah nulis in English dengan sopan. Tiba-tiba saja mereka reply in French. Tentu saja aku enggak ngerti. Untung ada Google Translate. Aku masih bisa ngerti maksud mereka. Tapi giliran mau reply balik, aku tentu bingung. Masak mau reply pake bahasa Prancis? Masih amburadul gini pengetahuan bahasa Prancis.
Akhirnya aku mengantongi beberapa nama profesor. Sengaja aku tidak meminta acceptance letter. Aku juga tidak mendaftar. Aku tahu bahwa seleksi BGF 2008 berarti baru bisa kuliah tahun 2009.
Menjelang deadline akhir April 2009, aku mengirimkan semua berkas. Mulai dari application form, CV, motivation letter, rencana penelitian, rencana pekerjaan, korespondensi email, kopi ijasah SMA, kopi ijasah sarjana, daftar nilai sarjana, foto dan kopi akta kelahiran.
Lumayan banyak juga. Tapi aku sempat pula tambahkan dua biji surat rekomendasi dari Ketua Departemen dan Pembimbing Skripsi. Pikirku, biarlah memperkuat saja. Meskipun tidak disyaratkan. Karena kupikir itu standar-standar saja dalam aplikasi beasiswa.
Awal Juni 2008, aku dapat panggilan via telepon bahwa diundang untuk hadir interview di Service de Coopération et d’Action Culturelle (SCAC). Seneng juga. Ini berarti kesempatan kedua interview.
Seni, 23 Juni 2008, akhirnya aku menginjakkan kaki di ruangan interview. Sesuai giliran, aku masuk jam 14.40 – 15.00. Disitu sudah ada 3 orang. Dua laki-laki dan seorang perempuan.
Mulailah sesi tanya jawab. Dari seluruh sesi interview, separuh dari waktu nanya ke masalah proposal riset. Separuh waktu untuk nanya masalah personal, latar belakang, motivasi, universitas tujuan dan aktivitas.
Mungkin ini interview agak tidak sukses dibanding sebelumnya. Pasalnya aku membuat proposal riset yang terlalu rumit. Sampai-sampai mereka bertanya, “Apakah ini tidak terlalu rumit untuk penelitian Master dgree?”
Aku pede saja menjawab bahwa aku berniat meneruskan penelitian ke tingkat doktoral. Hahahaha…. Padahal belum yakin juga diterima.
Usai sudah interview. Karena hari sudah sore, aku langsung pulang ke Depok. Nggak pake acara mampir ke kantor. Udah pingin sampe Depok. Pingin cepat tidur.
Dan tibalah saat pengumuman itu. Bulan Juli (aku lupa tanggal brapa), aku dapat email :
from xxxxxx@diplomatie.gouv.fr
to aripmuttaqien@gmail.com
date Thu, Jul 3, 2008 at 3:12 PMMonsieur/Madame/Mademoiselle,
Vous avez fait une demande de bourse auprès de l’Ambassade de France à Jakarta.
Malgré la qualité de votre candidature, j’ai le regret de vous informer qu’elle n’a pu être retenue au titre de l’année universitaire 2009/2010. Ce courriel est une annonce officielle, nous ne vous enverrons aucune lettre par la poste.
Je vous prie d’agréer, Monsieur/Madame/Mademoiselle l’assurance de ma considération distinguée.
Terjemahan
Dengan hormat,
Anda telah mengajukan permohonan untuk memperoleh beasiswa dari Kedutaan Besar Perancis di Jakarta.
Meskipun pencalonan Anda berkualitas, dengan menyesal saya sampaikan kepada Anda bahwa permohonan Anda tidak dapat kami kabulkan untuk tahun perkuliahan 2009/2010. Email ini adalah pemberitahuan resmi, kami tidak akan mengirimkan surat melalui pos.
Saya sampaikan kepada Anda salam hormat saya.
_____________________________________________________
xxxxxxx
Chargée de mission pour la coopération scientifique et technique
Ambassade de France en Indonésie
Service de Coopération et d’Action Culturelle
Jl. Panarukan n°35
Jakarta 10310
Indonesie
tel: +62-21 3193 1795
fax: +62-21 310 3747
Huah…aku enggak lolos…hehehe…
Santai aja, masih ada cerita selanjutnya.
June 9, 2009 at 12:11 pm
[...] kelanjutannya, to be continued…. Ngantuk…aku tidur [...]
June 29, 2009 at 6:43 pm
good story…!!!!
Amazing….